Jika anda sekarang sedang berniat untuk menyembuhkan minus mata dengan menggunakan operasi lasik, maka anda juga pastinya sudah memperhatikan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan untuk sangat ingin melakukan operasi lasik. Operasi Lasik sendiri mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang dan Ada yang memiliki masalah pada penglihatan. Di Indonesia, sendiri Lasik pertama kali diperkenalkan di tahun 1997 pada saat itu oleh Jakarta Eye Center yang pertama kali mengenalkan lasik di indonesia.

Hal Yang Harus diPerhatikan Saat Lasik

Hingga pada saat ini sendiri sudah ada lebih dari 30.000 para prosedur lasik yang sudah dilakukan di Indonesia. Namun apa sebenarnya operasi lasik tersebut? dalam artikel ini makan akan dibahas lebih banyak berbagai fakta seputar dengan operasi Lasik.

Apa itu operasi LASIK?

Lasik atau yang dikenal dengan (laser-assisted in situ keratomileusis) adalah salah satu sebuah prosedur bedah yang digunakan rawat jalan untuk mengobati penyakit rabun jauh, rabun dekat, dan juga astigmatisme. Prosedur dari operasi LASIK sendiri menggunakan sebuah laser yang nantinya digunakan untuk membentuk sebuah kornea untuk dapat memperbaiki cara mata kembali memfokuskan sinar cahaya ke retina di bagian belakang mata. Umumnya prosedur dari pengerjaan lasik ini tidak terlalu lama. Dengan operasi LASIK,  sendiri dokter mata menciptakan flap  atau sebuah (pembukaan lapisan) baru yang tipis di kornea mata, baik menggunakan sebuah pisau atau pun juga menggunakan laser. Dokter bedah kemudian nantinya akan melipat kembali flap mata tersebut, lalu dengan cara akurat akan mengangkat sejumlah khusus jaringan pada kornea yang berada pada bawah flap dengan menggunakan sebuah laser excimer. Flap ini yang kemudian akan dikembalikan ke tempat asalnya. Bagi orang yang mempunyai masalah rabun jauh, LASIK  ini juga digunakan sebagai cara untuk meratakan kornea mata yang melengkung terlalu tajam. Namun, untuk orang yang memiliki rabun dekat, LASIK sendiri digunakan untuk melengkungkan kornea mata yang terlalu datar. LASIK juga menjadi salah satu cara untuk membenarkan sebuah kornea yang sebelumnya tidak teratur menjadi normal kembali untuk penderita astigmatisme.

Bagaimana prosedur operasi LASIK di Indonesia

LASIK sendiri dilakukan saat pasien yang akan melakukan operasi lasik berbaring di bawah perangkat bedah yang disebut juga dengan Sbobet88 Bola excimer laser pada ruang bedah pada perawatan rawat jalan. Pertama, nantinya mata akan diberi beberapa tetes anestesi topikal yang bertujuan agar mati rasa. Penahan kelopak yang nantinya akan ditempatkan di antara kelopak mata agar nantinya mata terus terbuka dan juga untuk mencegah pasien agar tidak berkedip. Sebuah cincin hisap juga diletakkan pada mata yang terbuka hal ini dilakukan untuk meratakan kornea dan juga sebagai mencegah mata bergerak. Pasien mungkin nantinya akan merasakan tekanan dari penahan pada kelopak mata dan cincin hisap, hal ini sama dengan dengan jari yang ditekan tegas pada sebuah kelopak mata.

Ketika cincin hisap dipasang di area mata, pandangan  pasien nantinya akan meredup atau menjadi lebih gelap. Setelah kornea nantinya diratakan, flap pada jaringan kornea akan diciptakan dengan menggunakan sebuah  perangkat microsurgical sama seperti laser atau pisau bedah. Kemudian flap kornea tersebut nantinya akan diangkat dan dilipat kembali. Lalu, excimer pada laser akan mengukur mata sebelum nantinya diprogram. Dokter juga akan memeriksa bahwa pada laser tersebut sudah berada pada posisi yang tepat atau belum pada mata pasien. Setelah nantinya laser memotong sebuah jaringan kornea, dokter juga nantinya kemudian akan menempatkan sebuah flap kembali dan kemudian juga akan menghaluskan sisi-sisinya. Flap nantinya akan menempel pada jaringan kornea dalam 2-5 menit tanpa memerlukan sebuah jahitan. Setelah nantinya operasi selesai, dokter akan memberikan beberapa obat tetes mata dan pelindung mata agar mata nantinya terlindungi dari gesekan. Pemulihan penglihatan dari operasi ini akan memakan waktu 3-6 bulan setelah operasi.

Apa yang seharusnya dipersiapkan sebelum operasi LASIK?

  • Untuk menghindari beberapa kemungkinan terburuk yang mungkin saja dapat terjadi pada operasi ini adalah,Anda harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
  • Tidak menggunakan soft contact lenses selama kurang lebih 2 minggu sebelum pada saat evaluasi awal.
  • Tidak menggunakan sebuah toric soft contact lenses atau juga rigid gas permeable lenses selama hampir 3 minggu sebelum evaluasi pada pertama.
  • Tidak memakai hard lenses selama kurang lebih 4 minggu sebelum evaluasi pertama operas.
  • Tidak menggunakan beberapa krim, lotion, make up, dan juga parfum sehari sebelum operasi lasik di mulai.

Apa yang dilakukan pasca operasi LASIK?

Setelah nantinya anda melakukan operasi mata LASIK, kondisi Anda pastinya belum pulih sepenuhnya. Anda juga nantinya akan membutuhkan waktu 3-6 bulan hingga nantinya mata dapat melihat dengan baik dan juga kembali normal. Berikut ini hal-hal yang harus anda lakukan pasca operasi:

  • Tidak menggunakan riasan make up mata apapun nantinya selama 2 minggu.
  • Tidak melakukan beberapa olahraga apapun itu pasca operasi selama 3 hari.
  • Tidak melakukan sebuah kegiatan atau olahraga yang berat pasca operasi selama 1 bulan.
  • Menggunakan selalu pelindung mata pada saat malam hari selama 1 bulan.
  • Tidak boleh berenang terlebih dahulu, berendam di jacuzzi, maupun untuk mandi air panas selama 2 bulan tidak diperbolehkan pasca operasi lasik.

Jangan lupa juga untuk menaati segala peraturan yang sudah diberikan oleh dokter agar nantinya mata dapat pulih secara sempurna.

Fakta-fakta lainnya seputar operasi LASIK

Banyak sekali mitos yang beredar seputar operasi lasik, namun untuk mengetahui bahwa mitos-mitos tersebut tidak benar, maka penting juga untuk anda ketahui beberapa fakta tentang operasi lasik sebagai berikut

LASIK tidak membuat kebutaan

Hingga pada saat ini belum ada kasus kebutaan yang terjadi akibat komplikasi dari operasi lasik, menurut laporan di Amerika serikat. Resiko kebutaan dari sebuah operasi lasik sama dengan resiko kebutaan yang disebabkan pemakaian lensa kontak, yang artinya adalah resiko kebutaan pasca operasi ini sangatlah kecil. Jadi untuk informasi yang beredar mengenai operasi lasik yang dapat menimbulkan kebutaan sangatlah tidak benar adanya. 

Tidak semua metode LASIK aman dilakukan

Setiap beberapa prosedur pada LASIK sendiri sama-sama melibatkan pembuatan flap di sebuah permukaan kornea. Prosedur IntraLase sendiri umumnya memanfaatkan laser untuk membuat sebuah flap, sedangkan prosedur LASIK biasa menggunakan sebuah pisau untuk membuat flap. IntraLase sendiri memiliki risiko tersendiri, seperti sensitivitas terhadap cahaya dan lainnya, meskipun hal ini jarang terjadi. Dokter bedah LASIK umumnya nanti akan membantu Anda untuk dapat menentukan sebuah prosedur mana yang nantinya tepat dan juga cocok untuk anda lakukan. 

Itulah beberapa fakta dan juga hal yang harus anda lakukan jika anda sedang berencana untuk melakukan operasi lasik. Operasi lasik sendiri umumnya memang tidak beresiko namun anda sendiri harus mengikuti semua prosedur yang ada di dalam tahapan sebelum dan juga sesudah melakukan operasi lasik ini.